Bagikan ke:

Manusia bisa berada dalam keadaan sangat terpuruk kapan saja, penyebabnya pun beragam, namun yang jelas tidak ada yang bisa melewatinya seorang diri. Seseorang yang sedang terpuruk pasti membutuhkan bantuan orang lain, baik keluarga, teman, psikolog atau psikiater. 

Sayangnya, banyak orang menganggap kesehatan mental bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu diobati sama sekali. Padahal psikolog dan psikiater ada untuk mengatasi masalah mental seseorang. 

Ada juga yang sadar bahwa kesehatan mental itu penting, namun tidak tahu kapan harus menemui psikolog atau psikiater. Masalah pada kesehatan mental memang berbeda dengan penyakit medis lainnya. 

Dalam penyakit medis seperti batuk, demam, sakit gigi, atau yang lainnya, ada gejala tertentu yang bisa dijadikan “alarm” yang mengingatkan Anda untuk segera menemui dokter. Dalam masalah mental, tidak ada gejala seperti itu. Bahkan jika muncul gejala, kebanyakan orang tidak menyadarinya sama sekali. 

Oleh karena itu, dalam artikel ini kami akan membahas beberapa tanda-tanda yang menunjukkan Anda harus segera pergi ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan pertolongan.

Tanda-tanda Anda harus segera ke Psikolog atau Psikiater

Merasakan emosi negatif dalam waktu lama atau merasa kepribadian berubah

Emosi negatif seperti sedih, marah, kecewa, atau yang lainnya merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan. Hanya saja, jika emosi negatif yang Anda rasakan tidak kunjung hilang dalam waktu yang lama, bisa jadi kesehatan mentalnya terganggu. Jika dibiarkan kemungkinan akan berkembang menjadi depresi. 

Hal ini berlaku juga untuk perasaan hilang arah dan hampa. Jika dua perasaan ini muncul dan tidak kunjung hilang hingga kepribadian Anda berubah, berarti Anda sedang membutuhkan bantuan profesional. 

Baru menghadapi hal yang menyebabkan Anda trauma

Hal-hal yang traumatis sebenarnya bisa menimbulkan perasaan cemas dan sulit tidur. Jika dibiarkan terus-menerus akan berujung pada Post Traumatic Syndrome Disorder atau PTSD. 

Ketika sudah sampai di titik ini, kesehatan mental dan kesehatan fisik Anda bisa terganggu. Oleh karena itu, sebaiknya segera temu profesional saat Anda menghadapi hal yang traumatis.

Kehilangan energi untuk melakukan aktivitas atau hobi

Ketika Anda merasa sangat lemah hingga tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Bahkan hobi yang sangat Anda senangi pun terasa tidak menarik lagi, sebaiknya segera hubungi psikolog atau psikiater. 

Kehilangan motivasi hidup seperti ini dapat menyeret Anda ke dalam jurang depresi jika tidak segera ditangani. 

Kecanduan zat adiktif

Seseorang yang menderita kesehatan mental sangat rentan terkena pengaruh zat adiktif. Sekali terjebak, kesehatan mental dan fisiknya akan menurun drastis. Untuk menyembuhkannya, dibutuhkan terapi khusus serta bantuan dari psikiater. 

Selain zat adiktif seperti narkoba atau alkohol, seseorang yang kecanduan jenis makanan tertentu, seks, atau kebiasaan menyakiti diri sendiri juga memerlukan bantuan psikiater. 

Baru kehilangan sesuatu atau seseorang yang berharga

Kehilangan sesuatu atau seseorang yang berharga dapat meninggalkan luka di dalam jiwa manusia. Terkadang, luka terlalu berat hingga tidak bisa ditanggung sendirian yang kemudian berujung pada perasaan sedih yang berlarut, gangguan tidur, stres, hingga depresi. 

Di saat seperti ini bantuan dari psikolog atau psikiater sangat diperlukan agar masalah yang muncul tidak semakin parah. Namun bukan berarti setiap kali mengalami duka harus segera berkonsultasi, ya. 

Insomnia atau mengalami perubahan pola tidur yang ekstrim

Dalam beberapa kasus, penderita kesehatan mental dapat mengalami perubahan pola tidur yang ekstrim atau insomnia. Jika dibiarkan terus, dapat berujung pada stress berat, gangguan kecemasan, kecanduan obat-obatan, depresi, penyalahgunaan alkohol, hingga gangguan jiwa. 

Itulah sebabnya, jika Anda mengalami insomnia terus-menerus, sebaiknya segera lakukan konsultasi ke psikolog atau psikiater secepatnya. 

Menarik diri dari kehidupan sosial

Seperti yang kita ketahui, masalah mental dapat mempengaruhi kehidupan sosial penderitanya. Seringkali penderitanya menarik diri dari lingkungan atau merasa benci dan cemas berlebihan ketika harus bersosialisasi. 

Keadaan seperti ini merupakan tanda-tanda untuk segera menemui psikolog atau psikiater dan melakukan konsultasi. 

Mimpi buruk, panik, dan takut

Jika Anda merasa takut atau panik berlebihan yang tidak bisa diatasi sendiri dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera atur jadwal konsultasi dengan psikolog atau psikiater terdekat. Umumnya, perasaan takut dan panik ini disebabkan oleh hal-hal yang traumatis atau kondisi mental yang tidak stabil seperti depresi. 

Menderita penyakit fisik yang sulit dijelaskan

Kadang kala, rasa sakit pada tubuh seseorang tidak disebabkan oleh virus atau bakteri, melainkan kesehatan mental yang terganggu. Kondisi ini dikenal sebagai psikosomatis. Parahnya, psikosomatis tidak dapat disembuhkan dengan konsumsi obat-obatan medis biasanya. 

Pasalnya, psikosomatis terjadi karena jiwa yang tidak stabil. Karena itu, sebelum mengkonsumsi obat-obatan, konsultasi dengan psikolog atau psikiater sangat dianjurkan untuk membuat mental dan jiwa menjadi lebih stabil. 

Stres berkelanjutan

Stres merupakan gangguan psikis yang muncul karena tekanan emosi atau mental. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kecemasan, kegelisahan, dan mudah tersinggung. Pada beberapa kasus, stres bisa terjadi secara berkelanjutan yang berujung pada gangguan kesehatan lainnya. 

Misalnya seperti nafsu makan berkurang, mudah marah, menarik diri dari lingkungan sekitar, merokok, mengkonsumsi alkohol, hingga penyalahgunaan narkotika. Selain itu, stres juga bisa memicu gangguan tidur, sakit kepala, nyeri dada, hipertensi, obesitas, dan gangguan fisik lainnya. 

Maka dari itu, jika Anda merasa stres berkelanjutan lebih baik segera berobat ke psikiater atau melakukan konsultasi dengan psikolog. 

Cemas berlebihan

Cemas adalah perasaan yang bisa dirasakan semua orang. Umumnya, perasaan ini bisa diatasi dengan menenangkan diri. Namun jika terjadi secara berlebihan hingga sulit dikendalikan, butuh bantuan dari psikolog atau psikiater untuk mengatasinya. 

Gangguan kecemasan berlebihan biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti jantung berdebar cepat, kelelahan, sesak nafas, badan gemetar, tubuh berkeringat, sulit tidur, pusing, hingga hilang kesadaran. 

Mulai melakukan perilaku yang menyakiti diri sendiri

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ketika seseorang mulai melakukan perilaku yang dapat menyakiti diri sendiri, berarti dia sedang membutuhkan bantuan dari psikolog maupun psikiater. 

Perilaku menyakiti diri sendiri ini bisa berupa memukul, menggoreskan benda tajam ke kulit, bahkan percobaan bunuh diri. 

Perubahan suasana hati yang ekstrim (mood swing)

Mood swing atau perubahan suasana hati yang ekstrim tanpa alasan jelas biasanya menjadi tanda seseorang butuh bantuan dari psikolog atau psikiater. Dalam kondisi yang parah, penderita mood swing dapat mengalami perubahan suasana hati dalam waktu singkat yang berujung pada kecemasan, sulit fokus, atau depresi.

  1. Paranoid

Seseorang yang bersikap paranoid biasanya menganggap orang lain akan melakukan hal-hal buruk kepadanya tanpa alasan yang jelas. Misalnya seperti menyakiti, menipu, atau mengeksploitasi. 

Paranoid ditandai dengan perasaan tidak percaya kepada orang lain, penuh kecurigaan, dan menarik diri dari pergaulan. Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan cemas berlebih bahkan gangguan depresi. 

  1. Halusinasi

Halusinasi merupakan gangguan persepsi yang membuat penderitanya dapat merasakan, melihat sesuatu, mencium aroma, atau mendengar suara yang sebenarnya tidak ada sama sekali. Gangguan ini tidak bisa dianggap sepele karena dapat membahayakan penderitanya dan orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga : Gangguan Kecemasan Berlebih dan 10 Cara Untuk Mengatasinya

Komentar